Senin, 24 Oktober 2016

POLITIK KEJAMKAH ATAU RAKYAT?



KEJAMNYA POLITIK DIKARENAKAN KELALAIAN RAKYAT



           




 




 




 




 




 




 




 




 




 Politik Beragumen




Banyak argumen yang dikemukkan oleh bermacam lapisan masyarakat tentang politik, dimana pandangan tersebut berdampak fatal diberbagai lapisan, sehingga kalangan masyarakat menyatakan bahwa politik merupakan skema yang digunakan untuk meraih kekuasaan dalam suatu jabatan. Hal ini menyebabkan sikap aptis masyarakat sebab adanya korupsi sehingga masyarakat kurang percaya lagi kepada orang-orang politik.




Kurangnya kesadaran serta kelalaian yang terjadi dalam masyarakat, membuat jurang sendiri pada dunia sosial khususnya hal perekonomian tepatnya hal keuangan. Untuk mencapai suatu jabatan atau kekuasaan tentu saja tidaklah mudah pasti perlu adanya suatu strategi yang dilakukan tiap-tiap golongan politik.




Politik Bagaimana Masyarakat?




Tingkat kepercayaan masyarakat sangat dibutuhkan oleh kader-kader politik, namun apa kenyataanya pada saat ini? Masyarakat banyak menyalahkan bahwa pelaku korupsi adalah mereka orang-orang politik. Ketidak cerdasan dalam ketidak sadaran diri masyarakat terhadap janji jual beli sebelum mereka melakukan pemilihan umum atau memilih pemimpin disuatu lembaga, melalui barter materi terhadap suara pilih, ditinjau dari siapa yang benar, tidak ada pembenaran dikedua belah pihak ini. Oknum- oknum tim sukses politik memanfaatkan keadaan agar meraih keuntungan secara pribadi, dan akan mengimbas kepada orang-orang yang jujur.




Calon pemimpin suatu lembaga dapat diajukan melalui sistem independent maupun partai politik, namun kebanyakannya adalah mereka yang maju melalui partai politik, disinilah bermacam strategi-strategi digunakan untuk mendapatkan jabatan pada suatu kekuasaan, sehingga dapat menimbulkan strategi-strategi licik yang digunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. startegi janji jual beli sebelum mereka melakukan pemilihan umum atau memilih pemimpin disuatu lembaga, melalui barter materi terhadap suara pilih. Ketidak sadaran ini membuat ganasnya masyarakat terhadap ladang materi, menjadi jitu strategis untuk suatu oknum yang menguntungkan menjadikan ladang jabatan.




Sesungguhnya parpol dalam dunia politik fungsi sesungguhnya adalah membangun dan memperlancar hubungan antara negara dengan masyarakatnya,dalam berbagai jajak pendapat public yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sejak tahun 2004 sampai 2016 terbaru ini adalah TNI (89%), Presiden (83%), dan KPK (82%) DPR sebagai lembaga yang menampung partai politik juga mendapatkan nilai yang rendah, yakni 58%., ditemukan secara konsisten bahwa masyarakat cendrung berpandangan negatif terhadap para politisi dan intitusi parpol, dimana politisilah yang mengisi lembaga DPR, banyak persepsi dari lembaga inilah yang membawa presepsi negatif, sebab pelaku tersebut mayoritas adalah mereka yang berada dikalangan DPR. Padahal kepercayaan masyarakat yang semestinya menjadi alasan utama hadinya suatu partai politik, namun malah terjadi pada hal yang berlawanan. Persepsi negatif masyarakat telah mempengaruhi semuanya ketika mereka diminta gambaran tentang politik jawabanya adalah dalam berbagai aspek yang mendapat tiga pokok penting pendapat masyarakat tentang politik adalah kepentingan pribadi, perjanjian banyak berbicara kelebihan mereka. Jauh dari itu politik tidaklah seganas itu hanya saja strategi dan oknum-oknum pencetus ide yang memanfaatkan sembagai sumber kesempatan darinya untuk memperoleh keuntungan dari suata politik tersebut.




Bagaimana Sikap Masyarakat terhadap Oknum Materi?




Memang seharusnya masyarakat harus intelektual cerdas dalam memilih, berani mengungkap dan mengkritik oknum-oknum yang mengimbas negative. Idealnya memang politik harus ditanggapi dengan positif yang pada hakikatnya tujuannnya adalah memajukan sebuah negara, namun dimasyrakat saat ini politik indentik dengan kekejaman dan kelicikan. Hal ini dikarenakannya masyarakat sebenarnya belum mengetahui tentang politik dari para politisi-politisi tertentu yang sekarang telah menjabat