KEJAMNYA POLITIK DIKARENAKAN KELALAIAN
RAKYAT
Politik
Beragumen
Banyak
argumen yang dikemukkan oleh bermacam lapisan masyarakat tentang politik,
dimana pandangan tersebut berdampak fatal diberbagai lapisan, sehingga kalangan
masyarakat menyatakan bahwa politik merupakan skema yang digunakan untuk meraih
kekuasaan dalam suatu jabatan. Hal ini menyebabkan sikap aptis masyarakat sebab
adanya korupsi sehingga masyarakat kurang percaya lagi kepada orang-orang
politik.
Kurangnya
kesadaran serta kelalaian yang terjadi dalam masyarakat, membuat jurang sendiri
pada dunia sosial khususnya hal perekonomian tepatnya hal keuangan. Untuk
mencapai suatu jabatan atau kekuasaan tentu saja tidaklah mudah pasti perlu
adanya suatu strategi yang dilakukan tiap-tiap golongan politik.
Politik Bagaimana Masyarakat?
Tingkat kepercayaan masyarakat sangat dibutuhkan oleh
kader-kader politik, namun apa kenyataanya pada saat ini? Masyarakat banyak
menyalahkan bahwa pelaku korupsi adalah mereka orang-orang politik. Ketidak
cerdasan dalam ketidak sadaran diri masyarakat terhadap janji jual beli sebelum
mereka melakukan pemilihan umum atau memilih pemimpin disuatu lembaga, melalui
barter materi terhadap suara pilih, ditinjau dari siapa yang benar, tidak ada
pembenaran dikedua belah pihak ini. Oknum- oknum tim sukses politik
memanfaatkan keadaan agar meraih keuntungan secara pribadi, dan akan mengimbas
kepada orang-orang yang jujur.
Calon
pemimpin suatu lembaga dapat diajukan melalui sistem independent maupun partai
politik, namun kebanyakannya adalah mereka yang maju melalui partai politik,
disinilah bermacam strategi-strategi digunakan untuk mendapatkan jabatan pada
suatu kekuasaan, sehingga dapat menimbulkan strategi-strategi licik yang
digunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. startegi janji jual
beli sebelum mereka melakukan pemilihan umum atau memilih pemimpin disuatu
lembaga, melalui barter materi terhadap suara pilih. Ketidak sadaran ini
membuat ganasnya masyarakat terhadap ladang materi, menjadi jitu strategis
untuk suatu oknum yang menguntungkan menjadikan ladang jabatan.
Sesungguhnya
parpol dalam dunia politik fungsi sesungguhnya adalah membangun dan
memperlancar hubungan antara negara dengan masyarakatnya,dalam berbagai jajak
pendapat public yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Saiful Mujani
Research and Consulting (SMRC) sejak tahun 2004 sampai 2016 terbaru ini adalah TNI (89%), Presiden (83%), dan KPK
(82%) DPR sebagai lembaga yang menampung partai politik juga mendapatkan nilai
yang rendah, yakni 58%., ditemukan
secara konsisten bahwa masyarakat cendrung berpandangan negatif terhadap para
politisi dan intitusi parpol, dimana politisilah yang mengisi lembaga DPR,
banyak persepsi dari lembaga inilah yang membawa presepsi negatif, sebab pelaku
tersebut mayoritas adalah mereka yang berada dikalangan DPR. Padahal
kepercayaan masyarakat yang semestinya menjadi alasan utama hadinya suatu
partai politik, namun malah terjadi pada hal yang berlawanan. Persepsi negatif
masyarakat telah mempengaruhi semuanya ketika mereka diminta gambaran tentang
politik jawabanya adalah dalam berbagai aspek yang mendapat tiga pokok penting
pendapat masyarakat tentang politik adalah kepentingan pribadi, perjanjian
banyak berbicara kelebihan mereka. Jauh dari itu politik tidaklah seganas itu
hanya saja strategi dan oknum-oknum pencetus ide yang memanfaatkan sembagai
sumber kesempatan darinya untuk memperoleh keuntungan dari suata politik
tersebut.
Bagaimana Sikap Masyarakat terhadap Oknum Materi?
Memang
seharusnya masyarakat harus intelektual cerdas dalam memilih, berani mengungkap
dan mengkritik oknum-oknum yang mengimbas negative. Idealnya memang politik
harus ditanggapi dengan positif yang pada hakikatnya tujuannnya adalah
memajukan sebuah negara, namun dimasyrakat saat ini politik indentik dengan
kekejaman dan kelicikan. Hal ini dikarenakannya masyarakat sebenarnya belum
mengetahui tentang politik dari para politisi-politisi tertentu yang sekarang
telah menjabat 