Rabu, 01 Maret 2017

dalam kalimat syahadat

TEMUKAN AKU DI KALIMAT SYAHADAT



Malam itu suasana yang begitu sunyi, dikejutkan oleh suara Guntur yang membuatku terbangun dari tidurku, suara jam dinding menunjukkan pukul 02.30. Membuatku tak dapat tidur lagi, aku memutuskan untuk melaksanakan shalat Sunnah, Namaku RAKA,aku seorang mahasiswa disalah satu Universitas Jogjakarta.
Siang itu dalam keadaan hujan, aku hampir menabrak seseorang, tepat disebelah trotoar yang terdapat sebuah emperan kecil yang belum jadi, wanita yang hampir aku tabrak tadi sontak mengatakan kata-kata kasar dihadapanku dia terus saja berbicara seperti tak memberiku luang untuk berbicara dan mengatakan “maaf”’. Tanpa sepatah kata pun keluar dari diriku untuk melakukan  pembelaan, hujan yang mengguyur membuat seluruh pakaianku basah. Setelah wanita itu pergi akupun pulang, ditengah perjalanan pikiranku kacau karna kejadian hari ini, aku sadar bahwa dalam keterburu-buruanku membawaku dalam jurang celaka.
Penuhnya jadwalku mengikuti keorganisasian di universitas membuatku jarang dirumah, tugas serta penelitianku terus saja berjalan seperti air yang mengalir tak pernah surut atau berhenti untuk sejenak beristirahat. Aku 2 bersaudara, aku anak kedua dari ayah dan ibuku, aku dan kakakku selisih 3 tahun, saat ini kakakku menjadi pegawai negeri di Magelang.
Aku mempunyai seorang teman, dalam islam tidak ada aturannya ada berpacaran dan hanya ada ta’ruf, aku mempunyai teman wanita, aku menyukainya karna keperawakannya yang sopan, dan berbudi pekerti yang baik. Namun ia pernah berkata pada diriku, bahwa ibunya tidak menyukaiku tapi ini masih kupertahankan, dalam kamus hidupku tidak ada kata menyerah untuk meraih apa yang diimpikan, tapi menyerah adalah putus asa dalam perjuangan yang belum selesai”.

BAGIAN 1
Siang itu di kantin kampus, Bella menyapa dengan lembutnya, ingin rasanya berlama-lama waktu bersamanya, rasa ingin untuk mengungkapkan. Tapi apalah daya dia gadis yang begitu sholeh. “Bel, kamu liat deh sekeliling kamu, kamu ingin nggak seperti mereka?”, bella tersipu “bilang aja kamu yang kepengennya gitu, iya kan kalau kamu ingin seperti mereka sono,?” “nggak lah, aku disini aja. Kan ada kamu” “dasar cowok “ ketus bella. Semua tertawa, makan siang menjadi penuh dengan canda dan tawa dan cerita yang mengisi makan siang. “ dengar ya, cewek itu…...” belum selesai bella berbicara terpotong oleh Raka “Mulai dehhh emansipasi, wkwkwkwk”.
Cerita bukanlah Cuma sekedar ceri         ta manusia-manusia ini membuat hari-hari kampus menjadi indah, dan akan aneh jika salah satu diantara mereka nggak ada dikampus ini. Raka adalah sosok laki-laki agak pinter Cuma sedikit gesrek, juga sok tau, yang suka kehabisan bahasan saat nongkrong dikantin dengan yang lain yang nanti akhirnya buat tertawa.
Dalam dunia persahabatan kerap terjadi perdebatan peperangan dengan hati dan pengorbanan perasaan, persahabatan Mereka adalah NO1. Sejak SMA membuat Bella, Jaka, Raka, Julius, dan Malena seperti saudara. Ada yang tau soal rasa antar mereka (taukan cowok) ^indentiknya curhatan cowok yang tau mereka cowok-cowok aja^. Namun Malena dengan Bella tak bermasalah. Soal rasa antara Jaka terhadap Bella diketahui oleh Bella, tapi bagaimana dengan 3 lainnya?.
Bella bisa dibilang cewek yang kepekaan rasa orang terhadapnya itu kurang, Jaka secara pribadi sendiri ia menyukai Bella, walaupun dia tak pernah curhat pada sahabat-sahabatnya itu, meskipun ia tau Raka menyukinya, ia lebih baik mengagumi bella secara diam, tanpa menyakiti hati Jaka. Pernah Raka membuat sastra yang diperuntukkan untuk bella saat itu dikado ulang tahunnya yang isinya :

“wanita adalah ciptaan yang paling indah yang hadir setiap hembusan nafas, setiap butir embun yang menetes indah diatas talas pagi hari, seperti matahari yang sinarnya kutemuli setiap pagi, membuat pantulan embun diatas talas  berkilau, menandakan baik dan buruk karena air diatas talas namun indah, seperti kamu. baik dan buruk itu akan pudar seperti embun yang seiring datangnya panas, diterpa angina, dan daun talas menari hingga membawa embun kemilau jatuh diatas tanah. Tapi alam membiarkannya hilang, sebab esok pagi akan kutemui….. seterusnya…. Akan terus ada untuk seterusnya.. dan untuk seterusnya “


Julius sosok realistis pernah hampir membuka kedok Raka, melalui makna kata-kata raka yang diberikan Raka di ulang tahunnya Bella. Namun bisa dilihat secara perilaku bella cendrung ke Raka.
“jaka aku pulang sama loe ya!!”pinta malena kepada jaka untuk mengantarkannya pulang, “Bella dia mau langsung menyusul ibunya bekerja, yaudah deh loe bareng gue’’ balas jaka.

Dan........
(Bersambung)